February 11, 2016

Cincin kembali cantik karna tukang jual-beli emas

Suamiku memiliki usaha jual-beli emas yang memiliki kemampuan memperbaiki perhiasan yang rusak. Salah satu contohnya adalah memperbaiki cincin. Suatu hari temanku datang padaku memperlihatkan cincinnya berbentuk angsa melingkar di jari tengah sebelah kiri.

“bu, batunya ilang satu. Suami ibu bisa pasangin batu cincin gak? Tapi batunya ilang. Aku sayang banget bu sama cincin ini” kata temanku.

 Cincin itu memang indah. Banyak batu layaknya berlian tertempel disana.

“emas bukan bu?” tanyaku

 “bukan, tapi baguskan bu? Aku suka banget” katanya lagi.

aku membawa cincin itu pulang dan memperlihatkan cincin itu kepada suamiku untuk diperbaiki. Karena sebelumnya aku sudah meng-sms suamiku kalau ada cincin yang mau di pasangi batu. Suamiku pulang dengan membawa alat kerjanya. Ia mulai mengerjai cincin itu. Memilihkan stok batu dan mulai mengepas ke lubang cincin yang kosong itu agar pas dan warna putihnya sama dengan batu-batu lain di sekeliling. Setelah cocok baru di lem lalu di keringkan.

Besoknya ku bawa cincin itu ketempat temanku. Temanku sangat senang saat cincinnya kembali indah dan bersinar, tidak ada yang bolong lagi. Jadi lengkap sudah batunya tidak ada yang kurang. Setelahnya temanku bertanya “jadi berapa ongkosnya?”.

 Aku berpikir, suamiku tidak bilang apa-apa soalnya “ya udah lah. Biarin aja. Lagian Cuma pasang batu itu aja kok” kataku, karena aku sendiri tidak bisa mematok berapa biasanya suamiku mendapatkan uang dari hasil pekerjaan ini.

Kemudian temanku mengeluarkan Rp. 20.000,- dari dalam dompet dan memberikan uang itu kepada anak balitaku. “buat beli susu dede aja deh ya”

Pekerjaan simple dan sangat membantu. Bagi orang yang tidak tahu pekerjaan ini sepele tapi bagi mereka yang membutuhkan seperti temanku. Orang-orang seperti suamiku di cari. Daripada ke toko emas dan membayar mahal hanya untuk satu buah batu berukuran super duper kecil, kan lebih baik ke tempat jual-beli emas seperti ini karena bisa tawar menawar dan satu lagi bisa jadi teman ngobrol yang asyik bila pas datang langsung ke kios suamiku. Karena biasanya dikerjakan langsung di hadapan pelanggan.

January 25, 2016

http://atinaerona.blogspot.co.id/2016/01/kota-cirebon-unik-etnik-dan-rapi.html

January 22, 2016

Kota Cirebon Unik, Etnik dan Rapi

Kota Cirebon Unik, Etnik dan Rapi

Anda termasuk traveler yang suka berkunjung ke kota-kota besar di Indonesia. Belum lengkap rasanya jika belum berkunjung ke kota Cirebon. Selain kota yang dekat dengan kota Jakarta. Cirebon juga masih tujuan wisata utama di pulau Jawa.

Dapat di tempuh menggunakan perjalanan darat dari kota Jakarta selama enam jam. Itu bila menggunakan jalur pantura. Tapi sekarang sudah ada tol Cipali mempercepat tiba di kota cirebon. Bisa juga menggunakan kereta dari stasiun Gambir menuju stasiun Kejaksan dapat di tempuh selama empat jam lamanya. Semua akses mudah itu bisa di coba.


Kota Cirebon di sebut Kota Wali, ada lagi sebutan lain dari Cirebon yaitu Kota Udang. Mengapa di sebut demikian. Sebutan kota wali karena sejarah menyatakan ada beberapa Pemuka Agama Islam yang di sebut Wali pernah tinggal di kota ini dan makamnya kini menjadi tempat objek wisata bagi peziarah. Diantaranya ada Sunan Gunung Jati. Objek wisatanya adalah Gunung Jati. Sebutan kota udang karena kota cirebon merupakan daerah pesisir pantai yang hasil lautnya melimpah ruah. Salah satunya adalah udang rebon. Para nelayan mengolah udang rebon yang melimpah itu menjadi terasi. Makanya tidak heran jika di kota cirebon banyak pabrik penghasil terasi rumahan yang sedap.

Sampai ke kota cirebon jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas yaitu Empal Gentong. Makanan berkuah santan kuning rasa daging sapi bisa dimakan dengan lontong ataupun nasi di taburi irisan daun kucai dengan pelengkap rasa pedas dari bubuk cabe.

 
Lelah perjalanan di bayar lunas dengan perut kenyang dari empal gentong belum lengkap rasanya bila belum menunaikan rukun islam yang ke 2 yakni sholat. Sambil sholat istirahat sejenak meikmati keindahan Masjid Raya At-Taqwa di dekat Alun-alun Kejaksan. Masjid ini memiliki arsitektur indah layaknya mesjid-mesjid lain di Indonesai. Memiliki satu menara tinggi yang di buka untuk umum dengan membayar tiket Rp. 3.000/orang. Nuansa dinding mesjid berwana coklat berukir kaligrafi emas. Masjid ini ramai dalam event-event tertentu misalnya acara tabligh akbar yang menghadiri ustad kondang Indonesia. Setiap sore banyak masyarakat dalam kota maupun luar kota yang datang untuk beribadah ataupun sekedar berselfie ria.


Alun-alun Kejaksan dalam event-event tertentu akan ramai dengan bazzar. Semua aneka stand baik makanan, minuman, pakaian, sepatu sendal, tumplek blek memenuhi area Alun-alun seperti pasar. Tiap tahunnya pada tanggal 17 Agustus. Lapangan ini di gunakan untuk Upacara pengibaran bendera paling penting yang di bina oleh Walikota Cirebon.

Keunikan lain dari kota ini adalah adanya keraton yang menjadi cagar budaya daerah karena masih di lestarikan dan di diami oleh keluarga kerajaan. Berkunjung ke Keraton membawa pengalaman tersendiri pagi para wisata karena dapat mengetahui tempat tinggal Raja di zaman dahulu dan zaman sekarang. Ada dua keraton terkenal di kota Cirebon:

1.       Keraton Kesepuhan
Keraton ini adalah keraton nomor satu di kota Cirebon. Dari kata sepuh yang berarti tua atau kakak tertua. Tempatnya luas, di luar keraton ada Masjid Kesepuhan yang benama Masjid Sang Cipta rasa. Usianya sudah ratusan tahun tapi bangunanannya masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik.


Halaman Keraton dan Masjid terdapat alun-alun Kesepuhan. Fungsinya pada saat event-event tertentu sama saja seperti Alun-alun Kejaksan. Bedanya lapangan ini tidak pernah di gunakan untuk upacara bendera.
Masuk ke Keraton, pengunjung di kenakan tiket masuk Rp. 8.000,-/orang. Nantinya akan ada guide (pemandu wisata) yang sudah siap mengantar dan menceritakan sejarah bangunan ini. Para pemandu mengenakan batik khas Megamendung berwarna hijau, bawahan jarik (kain dalam bahasa jawa) dan blankon di kepala.

2.       Keraton Kanoman
Keraton ini adalah keraton nomor dua setelah keraton yang sudah di jelaskan di atas. Dari kata anom yang artinya muda, karena keraton ini di bangun untuk anak ke-2 setelah puta mahkota memimpin keraton sebelumnya. Jalan-jalan di keraton ini sungguh sangat menyenangkan karena 24 jam pintu gerbang di buka untuk umum. Terasa lebih bebas karena tidak ada penjaga tiket masuk keraton seperti di keraton kesepuhan. Tiket hanya dapat di beli apabila kita masuk ke museumnya. Dan jika ingin masuk lagi kedalam keraton secara gratis dan bebas bisa datang saat acara puncak Maulid Nabi Muhammad SAW. Di selenggarakan.


Puas jalan-jalan di kedua keraton jika ingin membeli oleh-oleh khas Cirebon bisa jalan-jalan ke pasar Kanoman yang letaknya tentu sangat berdekatan dengan keraton Kanoman. Berikut saya rekomendasikan belanja apa saja kita di pasar?
1.       Kerupuk, Terasi, Petis Udang Khas Cirebon
Namanya juga Cirebon, belum lengkap kalau gak belanja ala-ala yang berbau Udang. Kerupuk sudah pada tahu rasanya. Terasi sudah pada hapal baunya. Nah kalau Petis udah pada tahu belumya? Nah bagi kamu yang baruuu banget denger nama ini pasti mikir makanan apa itu. Petis di buat dari sari Udang. Warnanya hitam pekat dengan bau udang yang menarik namun tidak seperti terasi. Rasanya khas, bagi yang baru mencoba petis pertama kali pasti agak aneh. Petis oleh masyarakat Cirebon biasa di gunakan sebagai pelengkap ulekan sambal rujak atau cocolan teman makan gorengan terutama Tahu.


2.       Manisan
Suka manisan? Saya suka banget. Bisa memilih aneka manisan di toko Sinta Manisan depan Pasar Kanoman. Saat masuk ke toko tersebut kita akan langsung di sambut toples-toples kaca super besar dengan aneka pilihan manisan buah-buahan basah ataupun kering. namun yang paling favorit bagi saya pribadi... manisan mangga kering menjadi andalan.


3.       Sirup Champolai
Sirup ini terkenal di Cirebon. Salah satu oleh-oleh paling terkenal setelah terasi. Sirup champolai memiliki banyak variant rasa: pisang susu, jeruk nipis, mangga gedong, durian, moka. Namun yang paling favorit dari semua diatas Pisang susu merajainya. Rasanya manis terbuat dari gula asli. Warnanya tidak pekat seperti sirup bermerek lainnya karena warnanya alami dari buah itu sendiri.


Belanja-belanja sudah. Istirahat lagi yuk ke Masjid Merah yang berada di jalan Panjunan. Ada yang unik dari masjid ini. Setiap bulan Ramadhan masjid ini menyediakan kopi Jahe untuk berbuka puasa. Sayang sekali. Minuman itu hanya di buat saat bulan puasa saja. Masjid ini tidak besar, tapi masih terawat kelestarian sejarahnya. 


Hari menjelang malam, saatnya istirahat memanjangkan kaki, tubuh dan kepala. Ada banyak hotel di kota ini. Setiap hotel memiliki penawaran yang berbeda-beda tergantung dari budget traveler yang dipersiapkan. Sudah pasang aplikasi traveloka.com ? kalau belum... download sekarang karena aplikasi ini sangat membantu mencarikan hotel yang sesuai dengan kantongmu.
Pagi yang cerah marii lanjutkan perjalanan teman. Cari sarapan pagi di cirebon mudah ditemui karena banyak penjaja makanan pagi yang menggelar dagangannya di pingir-pinggir jalan dekat pasar ataupun perumaham. Nasi kuning dengan orek plus telur dadar, kupat tahu alias ketoprak sudah lazim kita makan di kota-kota lain. Udah gak aneh kan. Berikut rekomendasi sarapan enak dan murah khas cirebon:

1.       Nasi Lengko

Nasi putih diatasnya di beri tauge rebus, potongan tahu tempe goreng, siram sambal kacang, taburi irisan daun kucai dan bawang goreng, kecap secukupnya. Teman makan bisa pakai kerupuk atau sate kambing muda.


2.       Docang
Lontong di atasnya di beri tauge dan daun singkong rebus, siram kuah dage panas, taburi parutan kelapa, beri sambal cabe merah sesuai selera, kerupuk khas docang.


Kedua makanan diatas siap mengenyangkan perut yang lapar di pagi hari.
Ziarah dulu yuk ke makam Sunan Gunung Jati. Makam ini tidak pernah sepi tiap harinya. Banyak peziarah-peziarah datang dari dalam maupun luar kota untuk berziarah di sini, yang dari luar Pulaupun ada lho.



Sst... kalau di sini jangan lupa beli oleh-oleh Intip, Itu loh kerak nasi kering. Ada rasa asin, pedas-manis dan manis. Intip ini merupakan oleh-oleh khas yang di tawarkan oleh daerah Gunung Jati.


Masih ingat kalau Cirebon itu punya batik khas. Yup! Mega mendung adalah batik khas dari daerah ini teman. Gambar awan yang sedang mendung. Corak warnanya bervariasi dan jenis bahannya ada katun dan semi sutra. Tergantung kecintaan tiap masing-masing orang.


Mencari batik tidak perlu bingung karena di kota ini ada Sentra Batik Trusmi yang berada di daerah Plered. Di tempat ini hampir semua toko dan rumah menjual kain batik maupun pakaian batik yang sudah jadi. Traveler yang ingin mencoba belajar membatik pun bisa mencari rumah yang menyediakan fasilitas membatik bagi para wisatawan.


Jadi teman... yuk, Rencanakan liburanmu dari sekarang. Jalan-jalan yang di tawarkan semoga manfaat.

January 21, 2016

Liburan Dekat Tempat Tinggal



Liburan Dekat Tempat Tinggal


Tahukah teman, berlibur itu menyenangkan karena selain terbebas dari rutinitas kerja juga bisa merefresh pikirian serta tubuh kita dari kejenuhan yang di akibatkan dari bekerja.


Liburan bukan berarti pergi ke luar negeri dan makan di restorant mewah dan menginap di hotel mahal. Bukan, sekali lagi bukan. Liburan bisa di lakukan oleh siapa saja, tidak hanya yang punya uang. Tapi liburan menjadi milik semua orang. Jadi... mari kita liburan.



Berhubung saya sebagai penulis tinggal di kota Cirebon. Liburan keliling di kota sendiri bisa jadi liburan yang murah meriah dan gak bikin bokong panas kelamaan duduk dalam kendaraan karena lama perjalanan atau kaki pegel karena perjalanan jauh.


Liburan di dalam kota juga tak kalah bagus dengan liburan di luar kota. Ada 4 keistimewaan jika liburan di dalam kota:


1.       Menghemat uang penginapan


Alasan: bisa memilih alternatif antara menginap di rumah sendiri atau menginap di rumah saudara. Jika pillihannya menginap di rumah saudara tentunya tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membayar sewa permalamnya. Saudara tentu akan senang bila kerabatnya bisa berkunjung sekaligus menginap di rumahnya. Sebenarnya ada keuntungan lain yaitu bisa menikmati sarapan gratis yang di buat oleh saudara kita tiap paginya.



2.       Mencoba tempat kuliner yang belum pernah dikunjungi


Alasan: suka tanya-tanya sama teman. Tempat makan  bakso yang enak dimana? Nah ini juga bisa menjadi senjata rekomendasi untuk para pecinta kuliner daerah. Makan bakso kan udah sering yah. Restorant atau cafe unik yang menjajakan aneka menu yang menjadi andalan tempat tersebut. Berhubung sedang liburan... kenapa tidak di coba sekali-kali. Oh ya, jangan lupa juga pada saat bertanya tempat asyik tersebut tanyakan juga harganya supaya bisa mengatur keuangan liburan jika budgetnya memang tidak banyak.



3.       Perjalanan yang dekat bisa di jangkau dengan angkot


Alasan: aktifitas sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi? Jika jawabannya adalah Ya, berarti memang harus menggunakan angkot. Kenapa? Karena... namanya juga liburan teman, kan mencari aktifitas lain daripada yang lain. Biasanya tidak pernah ngankot, jadi ngerasain ngangkot. Buat perjalananmu istimewa. Bertemu dengan orang baru dalam angkot. Duduk berdekatan dan berhadapan dengan orang yang belum pernah kenal. Dengan begitu kita jadi tahu apa itu toleransi antar sesama.



4.       Biaya tiket yang tidak menguras kantong jika pergi bersama seluruh keluarga.


Alasan: saat kita memutuskan untuk pergi, “kesana saja” sudah tahu tiket di sana harganya berapa. Di kali kan berapa anggota yang ikut pada saat liburan kali ini. Makin banyak yang ikut makin rame makin asyik. Jika sudah tahu harga tiket yang terjangkau. Sudah bisa di prediksi berapa total keseluruhan biaya tiket masuk.



Jadi teman, kemanapun liburanmu jadikan tempat yang menyenangkan. Karena liburan pastinya lebih asyik bersama teman atau keluarga besar bukan sendirian. Ayooo liburan.

December 28, 2015

Berdirinya Perpustakaan Sekolah

Temen-temen dari kecil sampe sekarang aku suka banget sama buku. Buku apa saja aku suka apalagi buku yang banyak gambar warna warninya. Buku adalah jendela dunia. Begitu kalimat yang hapal sekali aku dengar dan aku baca diberbagai tempat di perpustakaan. Dengan membaca kita bisa tahu begitu luasnya dunia, hingga tidak hanya Sabang sampe Merauke saja tapi kita bisa berkeliling dunia. Begitu luasnya ilmu pengetahuan, tidak hanya IPA dan IPS saja tapi kegiatan sehari-hari hingga karakter masing-masing orang dapat kita ketahui dari membaca.  Dan juga begitu luasnya bahasa, tidak hanya bahasa yang di pakai sehari-hari. Bahasa negeri sendiri yang beraneka ragam tidak kalah dengan banyaknya bahasa dari negera lain.




Ngomong-ngomong soal perpustakaan. Aku jadi teringat masa-masa sekolah dan kuliah dulu yang hobby banget berkunjung saat istirahat. Bisa dibilang dari pada jajan di kantin mendingan nongkrong di perpus, tambah ilmu gak ngabisin uang jajan juga hehe...

Ehhh itu dulu yak tapinya keterusan sampe sekarang teman. Sekarang aku mengajar Bahasa Indonesia di sebuah sekolah swasta di Cirebon. Di tahun ke empat mengajar di sekolah itu aku di percaya untuk mengelola Perpustakaan sekolah. Jujur saja perpustakaan sekolah ini sudah pindah dua kali terhitung sejak aku mengawali karirku sebagai guru di sekolah ini. Dan ini adalah yang ke tiga, aku sebagai pengelolanya.

Tau kenapa bisa pindah-pindah, simak berikut ini:


Ruangan pertama

Tempatnya di sudut dekat tangga paling belakang bagian atas lantai 2 bersebrangan dengan ruang praktek kelas Listrik. Tanpa jendela, hanya pintu saja. Tak ada tanda atau plang kalau itu adalah perpustakaan. Sedangkan kalau memperhatikan ruangan yang di depannya yaitu ruang praktek Listrik masih bisa lebih baik. Ruang praktek itu ada jendela kaca yang bannyak. Hampir seluruh ruang didalamnya terlihat dari luar dan ada plang atau tanda bahwa itu adalah ruang praktek listrik. 

Disini bisa dilihat bahwa penggunaan ruangan terbalik. Mestinya ruang perpustakaan yang memiliki jendela sedangkan ruang praktek yang tidak berjendela, ini dimaksudkan untuk... ruang bacaan hendaknya lebih nyaman dan terlihat dari luar ruangan untuk menarik minat baca para siswa bukan tertutup dan terpenjara seperti ruangan yang ditempati itu.





Ruang kedua

Bertempat dilantai 2. Ruangannya terlihat dari lapangan utama sekolah. Tapi kenapa masih sepi aja? Usut punya usut ternyata perpustakaan itu jarang sekali di buka selalu terkunci jadi setiap ada anak yang ingin pinjam buku pasti deh nanya-nanya dan nanti pasti juga deh cari-carian kalo gak cari si pengelola perpus pasti cari kunci yang tidak tahu berada dimana dan oleh siapa. Alhasil perpus sepi peminat maupun peminjam. Hanya plang di atas pintu saja yang terlihat bahwa itu adalah Ruang Perpustakaan.




Saat aku di beri amanah untuk mengelola perpus aku langsung tangani. Aku cari kunci. Dan melihat ada apa saja di dalam ruangan yang katanya perpus itu. Hemmm.... ternyata begini penampakannya. Banyak debu setinggi milimeter hehehe... seluruh ruangan, di buku, di rak buku, di meja, di kursi, dan lain sebagainya tak luput dari debu. 

Baik... jadi... pekerjaan pertamaku adalah membersihkan ruangan ini dari debu-debu dulu baru administrasi dan operasionalnya.

Bersih-bersih seruangan saja capeknya sangat-sangat. Mesti cari bantuan ini mah biar ruangan kinclong. Oke! buat tim bersih-bersih. Aku memanggil pembersih sekolah dan ketua OSIS untuk bekerja sama dalam menyelesaikannya. Alhamdulilah semua berjalan lancar.



 


Aku mengecek administrasi pembukuan perpustakaan. Takjub dengan yang ku lihat karena tak ada satupun perbukuan yang memuaskan. Semuanya dalam kondisi kosong. Ada berapa buku di ruangan  ini? ada berapa judul buku yang tersimpan di perpustakaan ini? dan lain sebagainya... itu semua hanya ada dua sampai tiga halaman yang kalau di lihat seperempat dari jumlah buku disini saja tidaaaak ada datanya.

Oooh oke deh ini benar-benar PR buatku. PR to do list utama yang harus ku kerjakan segera kalau memang benar-benar ingin membuka perpustakaan ini untuk siswa siswi di sekolah ini.






Di sela-sela kegiatanku antara guru mengajar – pengelola perpustakaan, aku mendapat kritikan yang kupikir cukup masuk akal dari seorang guru praktek sepuh di sekolah ini.

“bu, ada buku teknik nge-Las gak? Di perpustakaan tuh” tanyannya.

“hehehe kurang tau pak. Atau bapak mau aku anter ke perpus yuk bareng biar cari sama-sama” kataku.

Aku berjalan bersamanya. Kulihat raut wajahnya yang tua masih bersemangat mengajar. Jalannya pelan. Postur tubuhnnya agak gemuk. Saat menaiki tangga aku melihat kesahnya menandakan bahwa dia kelelahan. Tangga ini tak banyak hanya beberapa anak tangga saja. Tapi semangatnya menapaki tangga demi tangga aku acungi jempol demi sebuah buku referensi untuk mengajarnya.

“cape ya pak” cengirku ngajak becanda.

“iya bu. Maklum udah tua. Coba perpusnya di pindah kebawah gak usah naik tangga mungkin saya bisa ke perpus tiap hari” lontarnya.

Sebuah ide satu lagi bisa jadi projek aku kedepannya. Iya bener. Perpus di pindah kebawah aja. Ruangan yang strategis, mudah terlihar dari depan pintu masuk gerbang sekolah, dari ruang guru, dari ruang praktek anak-anak, dan yang paling penting jendela lebar agar dapat terlihat aktifitas di dalam perpus dari luar.







Mulai set ruangan sebagai target. Dan yang paling penting dari segala perencanaan adalah persetujuan dari pihak sekolah. Kalau Cuma bilang A bilang B demi kemajauan perpustakaan pasti dong bolehin hehe. Siap tempur ah.

Ketemuan sama Kepsek dan ngbrol-ngobrol ngalor ngidul tentang perpustakaan, keluahanku soal administrasi sampai kritikan dan ajuan permohonan pindah ruangan yang sudah menjadi target tentu saja dengan alasan-alasan yang sangat beralasan dan kelebihan dari ruangan tersebut. Ternyata negonya tak semudah membalikkan telapak tangan. Yah...Argumenku ternyata tidak kuat karena set perpus di atas adalah atas desain pak Kepsek sendiri. Senjata paling akhir dari perbincangan ini adalah keluhan dan kritikan dari seorang guru yang sudah sepuh deh aku jadi kan alasan pindahnya perpus. Dan ternyata jawabannya harus dipikir-pikir dulu.

Dalam hati aku mengeluh panjang. Hah! Pikir-pikir dulu? Kiranya apaan ya mesti pikir-pikir dulu.

Sehari, dua hari, dan hari ke empat. Waka kurikulum mengunjungiku di perpustakaan. Menyampaikan tentang permohonan pindah ruangan telah disetujui. Senangnya? Ya Senang. Oke waktunya kerja keras.








Pindahan yuk. Saatnya bentuk tim khusus untuk membantu kepindahan buku-buku ini. Kelihatanya sih sepele, kecil, sedikit. Setelah di lakukan. Hadeeewwww.... muantaps. Gak selesai sehari, dua hari, tiga hari, kurang dari sebulan dengan waktu bekerja empat jam perhari. La... wong pekerjanya siswa siswi sekolah kok. Dengan mengambil mata pelajaran pribadi agar tidak ada tambahan di luar jam pelajaran yang nantinya membuat anak banyak kalimat keluhan bikin sensi dan emosi si guru. Nama mata pelajarannya berkunjung ke perpus.






Dengan segala media angkut. Tumpuk buku setinggi dan mampu tangan membawa, masukkan buku ke dalam kardus, buntel buku dengan taplak meja, dan lain sebagainya. Dan yang paling berat adalah rak buku. Ini nih yang paling sulit buat anak-anak.





Tiap kerja keras harus di apresiasi, berikan pujian, ucapkan terimakasih, berikan minuman dan makanan sampai kenyang. Modal yah. Biar kalo di mintai tolong lagi mereka tidak menolak. Akhirnya selesai juga. Terimakasih anak-anak... murid ibu terkasih dan tercinta.





Saatnya beres-beres. Alhamdulilah karena sedari awal aku sudah coba mengambil hati anak-anak ini dengan “ikhlas bantuin nti dapet nilai plus dan makan siang ”. Sogokan? Ya gak juga sik karena biasa manusia kalau senang membantu dan tolong menolong niscaya akan mendapat pahala. Nah disini hanya di ganti saja kalimatnya. Pahala mah ngikut sendiri yang memang benar-benar ikhlas membantu ibu gurunya. Begitukan.

Setiap keikhlasan yang dilakukan akan berbuah manis dan berpahala tentunya.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog aku, jangan lupa tinggalkan komentar agar aku bisa blokwalking ke blog kamu.

Salam




Meningkatkan Value Untuk Diri Sendiri

Ketika aku menulis, ibarat berjuang dengan diri sendiri. Halo Ladies, kembali lagi Mak Kece menyapa dengan pengetahuan yang bermanfaat. Kali...