Showing posts with label Cerita Pagi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pagi. Show all posts

May 29, 2019

Mengajarkan Sabar Kepada Si Kecil


Bulan ramadan tahun ini, anak saya menginjak usia tujuh tahun. Di usia yang sudah di wajibkan untuk anak belajar solat dan menjalani ibadah puasa. Tahukan bunda, mengajarkan anak untuk rajin menjalankan solat lima waktu dan menjalani ibadah puasa tidak semudah kita mengajarinya membaca dan menulis. Ada banyak tantangan di mana kesabaran Bunda pun diuji. Menghadapi anak yang terkadang lalai solat dengan alasan lupa. Menghadapi anak yang tetiba mewek ingin berbuka puasa karena haus. Super ya Bun. Itulah, tugas Bunda yang selalu mengingatkan dengan kata-kata halus. Tidak sampai suara meninggi karena kesal.

Bunda yang sedang belajar ‘sabar’ menghadapi anak kecilnya yang manis bisa menularkan sabar itu sendiri kepada anak tersayangnya:

pixabay

1.       Sabar menahan haus

Ini yang paling sering dilontarkan kepada anak apabila pulang sekolah. “Aduh Bunda haus ...”, sambil mengusap lehernya. Melihat matanya yang agak-agak memelas begitu kesian ya Bun? Iya, saya termasuk yang gak tegaan sama anak.
“Sabar ya sayang ... sebentar lagi kok bukanya”, kata saya sambil mengusap-usap kepala dan pundaknya. Tidak jarang juga saya mencium keningnya dan memujinya. “Anak Bunda hebat ya puasanya”, dan saya mengalihkan pembicaraan selanjutnya dengan menanyakan “Gimana tadi di sekolah, belajar apa?”, atau “Tadi pulangnya bareng sama teman yang mana?”, dan dia akan cerita sekaligus curhat apa-apa saja aktifitas di sekolahnya. Dengan demikian pembicaraan ‘haus’ tidak berlanjut lebih panjang.

2.      Sabar menahan amarah

Ini yang penting sekali agar anak tidak sedikit-sedikit ngambek sama Bundanya, temannya, sampai-sampai sama mainannya pun dia ikut sebel. Tidak jarang ya Bun kita mendengar curhatannya  tentang teman yang itu nakal, teman yang ono jahil lalu berlinanglah air mata. Hohoho ini anak saya banget Bun. Kalau sudah begini saya cuma bisa peluk dia yang nangis dan bekata “Sudah jangan dipikirin, biarin teman itu nakal, biarin teman ono jahil. Yang penting anak bunda gak nakal dan gak jahil. Itu mencirikan bahwa anak bunda adalah anak yang baik. Anak baik selalu disayang sama Allah. Apalagi Bunda sama Ayah, sayang banget”.
Intinya hibur dulu agar nangisnya tidak berlanjut dan memberi pelukan untuk anak dapat menguatkan mentalnya bahwa dia tidak sendirian. Dia terlindungi, dia dikasihi dan pelukan seorang Bunda sungguh sangat menghangatkan jiwanya. Dan anak ini akan tumbuh menjadi anak yang bersimpati dan berempati apabila ada temannya yang mengalami hal yang sama seperti yang dia rasakan.

Begitupun di bulan ramadan saat ia tengah berjuang dalam berpuasa. Menahan lapar, menahan haus. Bun, anak yang diajarkan berkata baik, niscaya saat ia mendengar kata-kata kasar dari temannya. Anak ini bisa menasihati temannya bahwa bicara seperti itu tidak baik. “Kata Bunda aku, itu tu dosa!”, saya pernah dengar sendiri saat anak saya bermain dengan teman-temannya di teras rumah. Dan ada temannya yang ngatain teman yang lain dan anak saya menasihati teman yang ngatain itu dengan berkata begitu. Sebagai Bunda yang tidak sengaja mendengar seperti itu rasanya bagaimana? Alhamdulilah.

3.      Sabar menahan lisan

Maka tidak salah jika ada kalimat “Mulutmu harimaumu”, “Lidah lebih tajam daripada silet”. Hemmm ... tidak sedikit saat kita mendengar berita tentang kriminal di televisi. Seseorang bisa membunuh orang lain hanya karena kata-kata. Untuk itu sedari dini saya mengajarkan kepada anak untuk selalu berkata baik. Biarin baku juga bahasanya yang penting anak ini melontakan kata-kata yang baik. Saya pernah disindir oleh mama lain “Anak elo baku banget bahasanya”. Karena di rumah Ayahnya pun jika berbicara kepada anak selalu memakai bahasa yang baik. Sehingga anak ini terbiasa mendengar bahasa-bahasa dan ucapan-ucapan yang baik jadilah anak ini bahasanya terbawa dalam kehidupan kesehariannya sampai ia bermain dan di sekolahpun anak saya termasuk anak yang memiliki bahasa yang baik.

Itu dia Bunda cara mengajarkan sabar kepada si kecil ala saya. Semoga menginspirasi Bunda yang lainnya. Intinya orangtua adalah role model untuk anak. Sikap baik dan ucapan baik orangtua akan diikuti oleh anak. Orangtua ibarat kaca yang dapat diikuti dan dicontoh oleh anak.

Terimakasih ya sudah berkunjung ke blog saya. Nantikan cerita-cerita saya selanjutnya dengan cerita yang berbeda.
Salam

May 28, 2019

Ramadan Saat Kecil


Moment berharga apa yang paling dikenang saat masih anak-anak? Buat saya moment ramadan saat kecil adalah moment yang paling diingat hingga kini saya tidak lagi menjadi anak-anak. Menjadi anak-anak, semua manusia yang hidup dimuka bumi tentu pernah merasakan menjadi anak-anak. Anak-anak yang merengek manja minta dibelikan sesuatu. Anak-anak yang bermain kotor-kotoran di sungai sambil mencari ikan cucut. Anak-anak yang masih senang bermain boneka barbie lalu diganti-ganti bajunya. Anak-anak yang masih gemar bermain masak-masakan sampai bermain masak-masakannya beneran dan beneran juga dimakan. Anak-anak yang hobby ngambil sarung bapak lalu dibuat tenda-tendaan bersama teman-teman lainnya. Semua moment berharga itu tak mampu semudah itu untuk dilupakan.

pixabay

Mau ramadan mau hari biasa aktifitas seperti itu tidak pernah terlewati. Namanya juga anak-anak maunya main aja.

Ada kegiatan yang teramat seru saat bulan ramadan. Hari tarawih saling samper teman untuk berangkat tarawih bersama. Rame-rame deh kita jalan ke mushola terdekat untuk tarawih. Bawa mukena, bawa sajadah, ada juga yang bawa koran. Namanya juga anak-anak gak ada kerjaan lainnya selain haha hihi sama kawan-kawan. Paling awal deh anak-anak tuh sampai ke mushola. Sampai di mushola happynya bukan main karena masih sepi belum ada yang datang selain anak-anak lain yang lari-larian di dalam mushola sambil bercanda-canda. Senangnya kita bisa bebas mau di mana aja gelar sajadahnya. Otomatis ... gelar sajadah paling depan dong. Eh tetiba waktu isya tiba, para ibu-ibu berbondong-bondong datang, terus ngusir-ngusir kita kitu deh hehehe ... anak-anak lawan ibu-ibu jelas kalah telak dong. Dengan wajah manyun anak-anak ini mengambil sajadah lalu menggelarnya di teras masjid sambil sempit-sempitan sama anak-anak lain.

Sehabis sahur kitapun lagi-lagi samperin teman untuk lari pagi bersama. Hari di luar ramadan, boro-boro lari pagi bangun aja kesiangan. Nah, pas ramadan ngerasain dong yang namanya lari pagi. Huwaaahhh lari pagi di bulan ramadan itu nikmat sekali. anak-anak ini semangat olahraga pagi sampe pasar, sampe sekolahan malah. Maklum hari pertama puasa biasanya sekolah libur. Sudah cape pulang dan langsung deh tepar di depan televisi. Baru jam sepuluh pagi rasanya haus banget kepengen minum, tenggorokan kering. Disinilah kesabaran anak-anak diuji karena kehausan cape lari-larian dari subuh.

Ya begitulah anak-anak. Senangnya bermain-bermain dan bermain. Tidak beda dengan bulan ramadan. Happynya kalau ramadan tiba ialah sebentar lagi lebaran pasti di beliin baju sama orangtua. Ye kan ...

February 6, 2019

Move On Setelah Kehilangan Pekerjaan


pixabay
Moment berharga apa yang paling di ingat guys? Buat aku... moment berharga yang paling di ingat adalah pada saat diterima bekerja setelah lulus kuliah. Itu kan yang di idam-idamkan pada saat telah menyelesaikan study belajar selama bertahun-tahun?.

pixabay
Mendapatkan pekerjaan adalah dambaan setiap orang yang pengangguran. Apapun lulusan pendidikannya, dari yang hanya lulusan Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi jika sudah bekerja menjadi hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh orang lain. Apalagi jika pekerjaan tersebut yang sudah menjadi Passion kita dalam bidang tertentu.

      OR        
                                     
                                    

Begitupun dengan saya guys, walaupun punya cita-cita jadi Dokter sadari kecil dan tidak kesampaian setelah besar. Menjadi seorang Guru, rasanya sudah menggantikan posisi cita-cita lama itu. Sama-sama melayani masyarakat.

pixabay
Lalu bagaimana jika setelah menikah dan memiliki seorang anak. Secara terpaksa harus meninggalkan pekerjaan itu? Nah itulah yang juga terjadi pada saya guys.

Kehilangan Pekerjaan

Yang  sudah kita tinggalkan untuk di awal-awal bulan pasti sedih luar biasa. Keingat terus dengan pekerjaan yang sebelumnya sudah kita lakukan. Sebagai seorang Guru, bertemu dengan murid-murid yang hampir setiap hari ketemu dengan intensitas yang rutin, tetiba tidak bertemu itu rasanya... seperti ada yang hilang dengan bagian dari hidup.

Lalu bagaimana caranya agar kita tidak terus-terusan mengingat kehilangan tersebut? Yaitu..

Move On

·         Mencari kesibukan baru sesuai Passion ini bisa banget dilakukan karena dengan melakukan hal tersebut lambat laun moment indah di waktu lampau akan tergantikan dengan moment indah yang baru saja dibangun.

pixabay
Tentunya jika kita melakukan hal-hal yang disenangi misalnya senang menulis?

pixabay
Kita bisa lakukan dengan membuat tulisan yang kita share secara berkala. Bisa  melakukan hal tersebut menjadi rutinitas harian. Jadi manfaat yang didapat selain memberikan manfaat kepada orang lain juga perasaan senangnya pun dapat jika ada tanggapan-tanggapan positif dari orang-orang yang membaca tulisan kita. Nah itu dari saya yang kini sedang menyibukan di dunia kepenulisan.

pixabay
Jika mau menyibukan diri di bidang yang lainnya pun bisa, misalkan senang memasak. Nah bisa nih, mulai bikin masakan andalan keluarga yang syukur-syukur bisa di usahakan menjadi usaha rumahan.

Macam-macam deh kesibukannya dan tentunya hal tersebut dilakukan secara rutin ya... bukan semangat di awal lalu melempem di pertengahan.

·         Mencari pertemanan atau perkumpulan baru agar dapat kembali berinteraksi dengan dunia luar. Terpenting dengan orang-orang yang baru. Bisa mengawalinya dengan bergabung di komunitas sebidang dengan Passion kita.

pixabay
Banyak sekali komunitas-komunitas yang ditawarkan lewat sosial media. Yang hobby menulis bisa bergabung di komunitas sesama penulis dan yang suka masak bisa gabung di komunitas masakan. gitu ya.

pixabay
Di antara komunitas-komunitas tersebut, pada waktu-waktu tertentu suka mengadakan Kopdar nah apa salahnya jika kita sesekali datang ke acara tersebut. Yang tadinya interaksi hanya di komentar  grup, saling ngobrol di sosial media, lalu pas ketemu berasa teman lama yang sudah lama gak pernah ketemu. Timbulah kearaban dan jalinan silaturahmi antar pertemanan yang baru.

Dalam hidup kehilangan sesuatu itu rasanya tidak nyaman banget. Tapi jika bisa membangkitkan kembali semangat seperti dulu. Buat saya ikhlas itu penting agar hidup kedepannya tidak selalu meratapi kenapa nasib begini dan begitu.

Bersyukur, jika masih diberi kesempatan untuk hidup itulah masanya agar hidup kita tetap berjalan sesuai dengan kemampuan dan keinginan. Jadilah pribadi yang baik dan tidak berputus asa. Semangati diri sendiri niscaya orang-orang di sekeliling pun akan terus menyemangiti hidupmu.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca yang mungkin sedang kehilangan sesuatu.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog aku.

Jangan lupa tinggalkan komentar agar aku bisa blokwalking ke blog kamu.

Salam


January 9, 2019

MENJADI NARABLOG ITU HAPPY


Siapa yang punya hobby menulis? Semua orang bisa menulis tapi menulis yang bagaimana dulu? Ada yang hobby menulis puisi karena kalimatnya pendek-pendek. Ada yang hobby menulis cerita karena sekali nulis bisa paragrafnya banyak, nah ada juga yang hobby menulis isinya curhatan semua, ini sih menulis Diary. Apapun tulisanmu dikemudian hari tulisan tersebut bisa menjadi kenangan terutama untuk diri sendiri. Buat orang lain mungkin bisa bermanfaat bila sampai dibukukan lalu diterbitkan.


Banyak situs yang dapat dijadikan hobby itu akan membuat kita semakin rajin menulis dan tulisan itu bisa langsung dibaca banyak orang. Yup menjadi Narablog atau Blogger, entah mengapa saya kok malah lebih familiar dengan sebutan Blogger. Apasih Narablog itu? Menurut Enda Nasution dalam wikipedia mengatakan “Narablog atau dalam bahasa Inggrisnya Blogger adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang memiliki sebuah blog serta menyunting isi blog tersebut secara berkala maupun tidak berkala”https://www/nodiharahap.com Intinya menulis blog itu suka-suka, suka hati mau kapan saja menulisnya selama ada waktu senggang dan enjoy karena apabila tidak menulispun tidak akan ada yang marahi. Begitu ya...

Bagi sebagian orang menjadi Narablog/Blogger sudah menjadi Profesi atau ladang mata pencaharian. Nah profesi ini membanggakan karena tidak semua orang dianugrahi kemampuan menulis membuat artikel yang bermanfaat bagi pembaca, dan ini merupakan profesi yang membanggakan apalagi di era digital ini. 


Pemanfaatan informasi yang dilihat, didengar maupun yang dialami bisa menjadi refesensi seorang Blogger untuk dapat menulis diblog pribadinya. Semakin banyak tulisan artikel yang dihasilkan dapat memicu para penyedia iklan atau brand-brand produk apapun untuk menggunakan jasa penulisan diblognya untuk mengiklankan produk tersebut, dengan begini Blogger dapat menghasilkan uang kan dari jasa penulisan tersebut. jadi berbanggalah menjadi Blogger di era digital.

saya sendiri belum lama terjun mengkhususkan diri menjadi Blogger. Awalnya hanya mengisi kekosongan menunggu anak pulang sekolah, daripada ngerumpi, ngegosip yang berujung baperan jadi mending menyibukkan diri dengan menulis. Bukan berarti saya menarik diri dari pergaulan, tapi lebih tidak terlalu khusyu mendengarkan rumpian teman sesama Ibu-Ibu yang menunggu anaknya, jadilah sambil ngobrol ya sambil nulis juga.

Mau tahu perjalanan ngeblog saya sampai hari ini? cek pemaparan saya dibawah ya... jangan lupa sambil ngeteh bacanya biar tambah asyik.


Histori

Sejak tahun 2009 saya sudah membuat blog yang isinya curhatan semua, berasa kaya buku Diary. Setelah itu blog saya nganggur sampai lumutan dan berjamur. Sampai pada akhirnya saya membaca ulasan mengenai seorang tokoh wanita, ibu rumah tangga yang berpenghasilan lewat blog. Wow emezing dalam hati. Dari situ saya tahu kalau ternyata blog juga bisa untuk ladang mencari rezeqi.

Asalkan punya tulisan yang mumpuni, enak dibaca, artikel dibutuhkan banyak orang dan banyak yang ngeklik sudah pasti bisa menghasilkan.

Menjadi Blogger

Inspirasi itu datang dari segala penjuru arah. Di tahun 2018 saya pengangguran tapi berstatus Ibu Rumah tangga. Daripada laptopnya digunakan buat nonton Drakor (baca*Drama Korea) terus kenapa gak coba lagi buat ngeblog. Buka-buka blog lagi yang setelah sekian lama ditinggalkan. Ibarat rumah kosong lama gak ditempati mungkin sudah berhantu hehehe... laptop dan kamera adalah dua gadget modal awal saya memutuskan menjadi Blogger. Menulis apapun sekiranya bermanfaat bagi pembaca.

Rajin jalan-jalan yang kira-kira tempat itu bagus memiliki view yang oke bisa foto-foto so pasti ngajak jalan-jalannya sama anak sekalian main. Kalau sedang diajak jalan-jalan sama suami makan di Restoran atau Cafe juga tak ketinggalan itu kamera karena sekalian meriview tempat sekaligus menu makanan yang tersaji ditempat makan tersebut. Ibaratnya semua tempat yang dikunjungi memiliki potensi untuk diulas dan dijadikan bahan tulisan untuk blog selanjutnya. Peribahasa, “sambil menyelam minum air.”


Gabung Komunitas Blogger

Memutuskan untuk aktif kembali menulis ternyata bukan hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Mulai menulis berarti harus mau mulai lagi untuk belajar dari awal. Yup bergabung di Komunitas sesama Blogger menjadi spirit tersendiri. Di komunitas itu semangat menulis seperti tertular, banyak yang menginspirasi dari sesama Blogger, saling suport dan banyak chalengen yang diberikan agar kontinue menyetor tulisan.

Awalnya menulis secara rutin itu membosankan dan ada rasa malas, tapi karena teringat akan cita-cita suatu hari nanti bisa punya buku yang  diterbitkan sendiri seperti ada setrum yang harus membuat bangkit dan menulislah. Karena dengan seringnya kita menulis maka tulisan dalam perbendaharaan kata yang digunakan semakin luas dan bagus kalimatnya. Begitu yah? Siapa yang setuju dengan pendapatku?

Di tahun 2018 ini sudah tujuh komunitas yang diikuti tapi hanya beberapa saja yang benar-benar membekali ilmu seputar dunia pembloggeran, dari membuat konten, domain, hosting dll. Karena saya sendiri tidak memiliki badget untuk membeli domain otomatis baru memakai yang gratisan. Hal terpenting buat konten dulu dibagusin baru pake domain super ketceh (Baca*keeceeeehhhh pake ‘ha’).

Melakukan Blogwalking

Pertama dengar kata blogwalking, apa sih blogwalking? Blokwalking adalah saling kunjung keblog teman sesama Blogger. Blokwalking memungkinkan teman yang kita kunjungi blognya akan berkunjung juga ke blog kita asalkan kita meninggalkan jejak di post komentar, dengan begitu kita jadi tahu siapa saja yang sudah berkunjung ke blog kita.
Saling kunjung merupakan bentuk silaturahmi juga antara sesama Blogger dengan demikian hubungan pertemanan dapat terjalin sehingga apabila ada kopdar di Komunitas kita dapat undangannya.

Buat saya, seru sih kalau sudah blogwalking selain mendapat ilmu dari artikel yang dibaca, kita juga sekaligus belajar gimana menampilkan blog yang elegan, menarik, karena setiap melakukan blogwalking tampilan templet teman-teman itu bagus-bagus yah. Bisa dilihat dari segi penggunaan font (tulisan), gambar, foto-foto, warna templet dan lain-lain, yang tadinya gak ngerti pasang widget jadi ngerti hehehe.

Google Adsense

Tahun 2018 juga merupakan tahun blog saya sepertinya. Bagaimana tidak karena ditahun ini pula permohonan Adsense saya disetujui oleh Google. Ibarat mendapat surat cinta pas buka inbox di Gmail. Saya lupa berapa lama saya menunggu dari pengajuan sampai persetujuan. Buat saya itu tidak penting. Yang terpenting adalah kini blog saya sudah bisa mengumpulkan pundi-pundi mata uang walaupun masih recehan ya tapi itu sangat-sangat berharga buat saya.

Nominal tidak penting yang terpenting adalah artikel saya orisinil dan isinya bermanfaat buat orang lain. Jika melakukannya dengan suka cita, penuh keikhlasan dan mencintai apa yang kita lakukan, percayalah... materi itu akan mengikuti dengan sendirinya. Betul kan??


Resolusi Tahun 2019

Banyak rencana yang sudah di Planning tapi bagaimanapun juga tentu saja Tuhan yang menentukan karena manusia hanya bisa berencana tapi rencana Tuhan lebih indah. #eaaa. Saya sudah mengirimkan draft-draft fiksi saya kesejumlah penerbit indie dan major semoga diantara penerbit tersebut tidak lama-lama untuk dapat mencetak calon buku saya. Aamiin. Minta diaaminkan ya teman-teman, biar bisa ngiklan buku juga diblog sendiri.

Menikmati Menjadi Blogger

Bahagia itu disini dan merasa puas itu juga disini (nunjuk ke hati). Melakukan apa yang kita bisa dan apa yang kita sukai tanpa paksaan ataupun target-targetan. Sampai saat ini belum ada keinginan untuk menulis artikel lalu dijual ke sesama Blogger karena sampai saat ini masih menulis untuk blog diri sendiri dulu.

Nah bagaimana dengan kamu teman? Apakah menginspirasi seperti saya yang tadinya terinspirasi dari teman? Nah coba saja dulu sejauh mana kemampuan diri jika dirasa itu enjoy maka lakukan dan lanjutkanlah tapi jika tidak nyaman ya tinggalkan. Simpel sesimpel Tuhan menganugrahi kemampuan diri dalam hidup kita.

Semangat!

Terimakasih teman-teman sudah berkunjung ke blog saya semoga bermanfaat jangan lupa tinggalkan komentarmu agar aku bisa blogwalking ke blog kamu.

Selamat membaca blog aku yang lainnya.


Salam


December 13, 2018

HUJAN YANG MENCEMASKAN

pixabay
Bagiku hujan adalah rezeqi, hujan adalah anugerah, hujan juga bagiku merupakan hal yang menyejukkan hati. Sewaktu aku masih tinggal dan sekolah di Bogor, kalau hujan aku bukannya pakai payung tapi malah sengaja sekalian hujan-hujanan. Pilih-pilih dulu hujan yang gimana. Kalau hujannya deras disertai dengan angin kencang dan petir menggelegar ya... takut juga. Tapi kalau hujannya rintik-rintik lalu gerimis naaahh... hujan begini yang bikin melow-melow mengundang bahagia gimana... gitu yaaahhh apalagi kalau ditemani seseorang disamping sambil bergandengan tangan bikin huwoooowww.... sumringah happy berlebihan.

Yang terjadi baru-baru ini adalah berbeda dengan yang dulu-dulu kurasakan. Kalau dulu yang di rasa hanya untuk diri sendiri. Setelah berkeluarga yang dirasakan bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain terlebih lagi jika orang itu adalah suami dan anak kita.



-       Di saat anak tidak sedang dirumah

Anak memiliki segudang aktifitasnya baik di sekolah maupun di tempat lain. Jika anak belum pulang sekolah, Bunda menunggu di rumah tapi sudah melihat langit mendung lalu mulai turun rintik hujan rasa khawatir itu sangat ada ya. Tanpa sadar dalam hati kita akan berdoa “Ya Allah jangan hujan dulu sebelum anak hamba pulang.” Begitu kan? Mau kita sedang pergi keluar rumah atau kemanapun, tanpa sadar kita pun akan berdoa dalam hati “Ya Allah jangan hujan dulu sebelum sampai rumah.” Macam-macam deh doa yang dipanjatkan masing-masing orang.

pixabay
Begitupun yang terjadi pada saat aku harus di rawat di Rumah Sakit dan menginap di ruang ICCU. Tau kan ruangan itu bagaimana? Keluarga tidak boleh menunggu bersama pasien di dalam tapi menunggu di luar ruangan. Standby 24 jam penuh. Boleh masuk ke ruangan apabila diperlukan saja. Untuk menyuapi pasien sarapan, makan siang dan makan sore. Dan keperluan darurat lainnya terkait pasien jika terjadi sesuatu. Terbayang ya jika yang menunggu adalah suami dan anak. Di luar hanya beralaskan tikar dan berselimut badcover dan bantal seadanya untuk istirahat malam. Banyak nyamuk eh... hujan pula. Aku tengah malam terbangun dan mendengar suara air deras dari hujan di luar memikirkan. “Ya Allah... suami dan anakku tidur diluar, hujannya deras, anginnya pasti dingin banget. Ya Allah beri kekuatan, kesabaran dan kesehatan untuk suami dan anakku. Hamba yang berjuang untuk bisa sembuh. Lindungi mereka Ya Allah... jaga kesehatan mereka ya Allah.”

pixabay
Hujan yang sangat mencemaskan, bagaimanapun juga hujan adalah rahmat, berkah dan menyejukkan bumi. Cemasnya hati seorang ibu yang mencintai keluarga tetaplah kita meminta kepada yang maha kuasa yang telah menurunkan hujan untuk senantiasa melindungi keluarga kita dimanapun berada karena Allah adalah sebaik-baiknya penjaga.
Mungkin tulisan ini adalah secuil curhatan dari hatiku dan semoga bermanfaat bagi pembaca. Bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita sebagai manusia adalah kehendak Allah. Begitupun dengan hujan. Karena hujan adalah bagian rezeqi dari Allah.

December 28, 2015

Berdirinya Perpustakaan Sekolah

Temen-temen dari kecil sampe sekarang aku suka banget sama buku. Buku apa saja aku suka apalagi buku yang banyak gambar warna warninya. Buku adalah jendela dunia. Begitu kalimat yang hapal sekali aku dengar dan aku baca diberbagai tempat di perpustakaan. Dengan membaca kita bisa tahu begitu luasnya dunia, hingga tidak hanya Sabang sampe Merauke saja tapi kita bisa berkeliling dunia. Begitu luasnya ilmu pengetahuan, tidak hanya IPA dan IPS saja tapi kegiatan sehari-hari hingga karakter masing-masing orang dapat kita ketahui dari membaca.  Dan juga begitu luasnya bahasa, tidak hanya bahasa yang di pakai sehari-hari. Bahasa negeri sendiri yang beraneka ragam tidak kalah dengan banyaknya bahasa dari negera lain.




Ngomong-ngomong soal perpustakaan. Aku jadi teringat masa-masa sekolah dan kuliah dulu yang hobby banget berkunjung saat istirahat. Bisa dibilang dari pada jajan di kantin mendingan nongkrong di perpus, tambah ilmu gak ngabisin uang jajan juga hehe...

Ehhh itu dulu yak tapinya keterusan sampe sekarang teman. Sekarang aku mengajar Bahasa Indonesia di sebuah sekolah swasta di Cirebon. Di tahun ke empat mengajar di sekolah itu aku di percaya untuk mengelola Perpustakaan sekolah. Jujur saja perpustakaan sekolah ini sudah pindah dua kali terhitung sejak aku mengawali karirku sebagai guru di sekolah ini. Dan ini adalah yang ke tiga, aku sebagai pengelolanya.

Tau kenapa bisa pindah-pindah, simak berikut ini:


Ruangan pertama

Tempatnya di sudut dekat tangga paling belakang bagian atas lantai 2 bersebrangan dengan ruang praktek kelas Listrik. Tanpa jendela, hanya pintu saja. Tak ada tanda atau plang kalau itu adalah perpustakaan. Sedangkan kalau memperhatikan ruangan yang di depannya yaitu ruang praktek Listrik masih bisa lebih baik. Ruang praktek itu ada jendela kaca yang bannyak. Hampir seluruh ruang didalamnya terlihat dari luar dan ada plang atau tanda bahwa itu adalah ruang praktek listrik. 

Disini bisa dilihat bahwa penggunaan ruangan terbalik. Mestinya ruang perpustakaan yang memiliki jendela sedangkan ruang praktek yang tidak berjendela, ini dimaksudkan untuk... ruang bacaan hendaknya lebih nyaman dan terlihat dari luar ruangan untuk menarik minat baca para siswa bukan tertutup dan terpenjara seperti ruangan yang ditempati itu.





Ruang kedua

Bertempat dilantai 2. Ruangannya terlihat dari lapangan utama sekolah. Tapi kenapa masih sepi aja? Usut punya usut ternyata perpustakaan itu jarang sekali di buka selalu terkunci jadi setiap ada anak yang ingin pinjam buku pasti deh nanya-nanya dan nanti pasti juga deh cari-carian kalo gak cari si pengelola perpus pasti cari kunci yang tidak tahu berada dimana dan oleh siapa. Alhasil perpus sepi peminat maupun peminjam. Hanya plang di atas pintu saja yang terlihat bahwa itu adalah Ruang Perpustakaan.




Saat aku di beri amanah untuk mengelola perpus aku langsung tangani. Aku cari kunci. Dan melihat ada apa saja di dalam ruangan yang katanya perpus itu. Hemmm.... ternyata begini penampakannya. Banyak debu setinggi milimeter hehehe... seluruh ruangan, di buku, di rak buku, di meja, di kursi, dan lain sebagainya tak luput dari debu. 

Baik... jadi... pekerjaan pertamaku adalah membersihkan ruangan ini dari debu-debu dulu baru administrasi dan operasionalnya.

Bersih-bersih seruangan saja capeknya sangat-sangat. Mesti cari bantuan ini mah biar ruangan kinclong. Oke! buat tim bersih-bersih. Aku memanggil pembersih sekolah dan ketua OSIS untuk bekerja sama dalam menyelesaikannya. Alhamdulilah semua berjalan lancar.



 


Aku mengecek administrasi pembukuan perpustakaan. Takjub dengan yang ku lihat karena tak ada satupun perbukuan yang memuaskan. Semuanya dalam kondisi kosong. Ada berapa buku di ruangan  ini? ada berapa judul buku yang tersimpan di perpustakaan ini? dan lain sebagainya... itu semua hanya ada dua sampai tiga halaman yang kalau di lihat seperempat dari jumlah buku disini saja tidaaaak ada datanya.

Oooh oke deh ini benar-benar PR buatku. PR to do list utama yang harus ku kerjakan segera kalau memang benar-benar ingin membuka perpustakaan ini untuk siswa siswi di sekolah ini.






Di sela-sela kegiatanku antara guru mengajar – pengelola perpustakaan, aku mendapat kritikan yang kupikir cukup masuk akal dari seorang guru praktek sepuh di sekolah ini.

“bu, ada buku teknik nge-Las gak? Di perpustakaan tuh” tanyannya.

“hehehe kurang tau pak. Atau bapak mau aku anter ke perpus yuk bareng biar cari sama-sama” kataku.

Aku berjalan bersamanya. Kulihat raut wajahnya yang tua masih bersemangat mengajar. Jalannya pelan. Postur tubuhnnya agak gemuk. Saat menaiki tangga aku melihat kesahnya menandakan bahwa dia kelelahan. Tangga ini tak banyak hanya beberapa anak tangga saja. Tapi semangatnya menapaki tangga demi tangga aku acungi jempol demi sebuah buku referensi untuk mengajarnya.

“cape ya pak” cengirku ngajak becanda.

“iya bu. Maklum udah tua. Coba perpusnya di pindah kebawah gak usah naik tangga mungkin saya bisa ke perpus tiap hari” lontarnya.

Sebuah ide satu lagi bisa jadi projek aku kedepannya. Iya bener. Perpus di pindah kebawah aja. Ruangan yang strategis, mudah terlihar dari depan pintu masuk gerbang sekolah, dari ruang guru, dari ruang praktek anak-anak, dan yang paling penting jendela lebar agar dapat terlihat aktifitas di dalam perpus dari luar.







Mulai set ruangan sebagai target. Dan yang paling penting dari segala perencanaan adalah persetujuan dari pihak sekolah. Kalau Cuma bilang A bilang B demi kemajauan perpustakaan pasti dong bolehin hehe. Siap tempur ah.

Ketemuan sama Kepsek dan ngbrol-ngobrol ngalor ngidul tentang perpustakaan, keluahanku soal administrasi sampai kritikan dan ajuan permohonan pindah ruangan yang sudah menjadi target tentu saja dengan alasan-alasan yang sangat beralasan dan kelebihan dari ruangan tersebut. Ternyata negonya tak semudah membalikkan telapak tangan. Yah...Argumenku ternyata tidak kuat karena set perpus di atas adalah atas desain pak Kepsek sendiri. Senjata paling akhir dari perbincangan ini adalah keluhan dan kritikan dari seorang guru yang sudah sepuh deh aku jadi kan alasan pindahnya perpus. Dan ternyata jawabannya harus dipikir-pikir dulu.

Dalam hati aku mengeluh panjang. Hah! Pikir-pikir dulu? Kiranya apaan ya mesti pikir-pikir dulu.

Sehari, dua hari, dan hari ke empat. Waka kurikulum mengunjungiku di perpustakaan. Menyampaikan tentang permohonan pindah ruangan telah disetujui. Senangnya? Ya Senang. Oke waktunya kerja keras.








Pindahan yuk. Saatnya bentuk tim khusus untuk membantu kepindahan buku-buku ini. Kelihatanya sih sepele, kecil, sedikit. Setelah di lakukan. Hadeeewwww.... muantaps. Gak selesai sehari, dua hari, tiga hari, kurang dari sebulan dengan waktu bekerja empat jam perhari. La... wong pekerjanya siswa siswi sekolah kok. Dengan mengambil mata pelajaran pribadi agar tidak ada tambahan di luar jam pelajaran yang nantinya membuat anak banyak kalimat keluhan bikin sensi dan emosi si guru. Nama mata pelajarannya berkunjung ke perpus.






Dengan segala media angkut. Tumpuk buku setinggi dan mampu tangan membawa, masukkan buku ke dalam kardus, buntel buku dengan taplak meja, dan lain sebagainya. Dan yang paling berat adalah rak buku. Ini nih yang paling sulit buat anak-anak.





Tiap kerja keras harus di apresiasi, berikan pujian, ucapkan terimakasih, berikan minuman dan makanan sampai kenyang. Modal yah. Biar kalo di mintai tolong lagi mereka tidak menolak. Akhirnya selesai juga. Terimakasih anak-anak... murid ibu terkasih dan tercinta.





Saatnya beres-beres. Alhamdulilah karena sedari awal aku sudah coba mengambil hati anak-anak ini dengan “ikhlas bantuin nti dapet nilai plus dan makan siang ”. Sogokan? Ya gak juga sik karena biasa manusia kalau senang membantu dan tolong menolong niscaya akan mendapat pahala. Nah disini hanya di ganti saja kalimatnya. Pahala mah ngikut sendiri yang memang benar-benar ikhlas membantu ibu gurunya. Begitukan.

Setiap keikhlasan yang dilakukan akan berbuah manis dan berpahala tentunya.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog aku, jangan lupa tinggalkan komentar agar aku bisa blokwalking ke blog kamu.

Salam




Beby Rose Glow, Serum, Moisturizing, Primer, Jadi Satu

  Beby Rose Glow Serum Setiap wanita mendambakan kulit sehat. Kulit yang bersih dan cerah menjadi dambaan kaum Hawa. Hingga tidak heran bany...