December 13, 2018

HUJAN YANG MENCEMASKAN

pixabay
Bagiku hujan adalah rezeqi, hujan adalah anugerah, hujan juga bagiku merupakan hal yang menyejukkan hati. Sewaktu aku masih tinggal dan sekolah di Bogor, kalau hujan aku bukannya pakai payung tapi malah sengaja sekalian hujan-hujanan. Pilih-pilih dulu hujan yang gimana. Kalau hujannya deras disertai dengan angin kencang dan petir menggelegar ya... takut juga. Tapi kalau hujannya rintik-rintik lalu gerimis naaahh... hujan begini yang bikin melow-melow mengundang bahagia gimana... gitu yaaahhh apalagi kalau ditemani seseorang disamping sambil bergandengan tangan bikin huwoooowww.... sumringah happy berlebihan.

Yang terjadi baru-baru ini adalah berbeda dengan yang dulu-dulu kurasakan. Kalau dulu yang di rasa hanya untuk diri sendiri. Setelah berkeluarga yang dirasakan bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain terlebih lagi jika orang itu adalah suami dan anak kita.



-       Di saat anak tidak sedang dirumah

Anak memiliki segudang aktifitasnya baik di sekolah maupun di tempat lain. Jika anak belum pulang sekolah, Bunda menunggu di rumah tapi sudah melihat langit mendung lalu mulai turun rintik hujan rasa khawatir itu sangat ada ya. Tanpa sadar dalam hati kita akan berdoa “Ya Allah jangan hujan dulu sebelum anak hamba pulang.” Begitu kan? Mau kita sedang pergi keluar rumah atau kemanapun, tanpa sadar kita pun akan berdoa dalam hati “Ya Allah jangan hujan dulu sebelum sampai rumah.” Macam-macam deh doa yang dipanjatkan masing-masing orang.

pixabay
Begitupun yang terjadi pada saat aku harus di rawat di Rumah Sakit dan menginap di ruang ICCU. Tau kan ruangan itu bagaimana? Keluarga tidak boleh menunggu bersama pasien di dalam tapi menunggu di luar ruangan. Standby 24 jam penuh. Boleh masuk ke ruangan apabila diperlukan saja. Untuk menyuapi pasien sarapan, makan siang dan makan sore. Dan keperluan darurat lainnya terkait pasien jika terjadi sesuatu. Terbayang ya jika yang menunggu adalah suami dan anak. Di luar hanya beralaskan tikar dan berselimut badcover dan bantal seadanya untuk istirahat malam. Banyak nyamuk eh... hujan pula. Aku tengah malam terbangun dan mendengar suara air deras dari hujan di luar memikirkan. “Ya Allah... suami dan anakku tidur diluar, hujannya deras, anginnya pasti dingin banget. Ya Allah beri kekuatan, kesabaran dan kesehatan untuk suami dan anakku. Hamba yang berjuang untuk bisa sembuh. Lindungi mereka Ya Allah... jaga kesehatan mereka ya Allah.”

pixabay
Hujan yang sangat mencemaskan, bagaimanapun juga hujan adalah rahmat, berkah dan menyejukkan bumi. Cemasnya hati seorang ibu yang mencintai keluarga tetaplah kita meminta kepada yang maha kuasa yang telah menurunkan hujan untuk senantiasa melindungi keluarga kita dimanapun berada karena Allah adalah sebaik-baiknya penjaga.
Mungkin tulisan ini adalah secuil curhatan dari hatiku dan semoga bermanfaat bagi pembaca. Bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita sebagai manusia adalah kehendak Allah. Begitupun dengan hujan. Karena hujan adalah bagian rezeqi dari Allah.

6 comments:

  1. lagi musim hujan banyak nyamuk. kepikiran juga sama seperti Ibu jika ada anggota keluarga yang belum pulang kerumah tapi hujan deras tak kunjung berhenti.

    ReplyDelete
  2. Suka berdoa gitu tp tetiba mikir kok kita bolak ujan. Jd Ujung2nya berdoa semoga sehat terus meski kehujanan sekalipun. Hehe

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Semoga sehat terus ya mba..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung ke blog aku.
Salam

N’PURE Centella Asiatica Night Cream, Memberikan Perawatan Anti Aging

  N’PURE Centella Asiatica Night Cream Skincaremu sudah dilengkapi dengan Night  Cream? Pasti ada nih di antara sobat semua yang belum tahu,...